Anak Sering Sakit Perlu Ganti Nama, Seperti Kisah Jokowi di Masa Kecil

TEMPO | 14 Desember 2018 | 21:20 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau lebih dikenal dengan nama Jokowi, saat lahir pada bulan Juni 1961 awalnya diberi nama Mulyono. Lalu kenapa namanya diganti?  Ternyata ada ceritanya.

"Nama itu tak terlalu lama saya miliki karena orang tua saya segera mencarikan nama baru ketika saya berulang kali sakit," kata Jokowi dalam buku Jokowi Menuju Cahaya karya Alberthiene Endah, yang baru diluncurkan pada Kamis, 13 Desember 2018.

Ada kepercayaan dalam masyarakat Jawa bahwa anak yang sakit-sakitan perlu berganti nama. Kemudian, nama Mulyono pun diganti dengan Joko Widodo. "Boleh tidak percaya, saya kemudian tumbuh sehat. Itu misteri," katanya.

Jokowi dalam buku itu juga mengaku menghabiskan masa kecilnya di sebuah rumah bilik di pinggir kali, tepatnya di daerah Srambatan, pinggiran Solo. Ibu Jokowi bernama Sujiatmi. Sedangkan bapaknya, Wijiatno Notomiarjo, adalah pedagang bambu dan kayu.

Jokowi dan keluarganya berkali-kali pindah rumah, namun selalu di pinggir sungai. Belakangan, ia baru tahu bahwa nasib keluarga-keluarga yang mengontrak rumah di bantaran sungai memang seperti itu. "Si pemilik rumah akan dengan ringan menyuruh sebuah keluarga pindah jika ada pengontrak rumah yang sudi membayar lebih mahal," ujarnya.

Jokowi dan orang tuanya lalu pindah ke bantaran Kali Pepe, Kampung Cinderejo, Solo. Mereka bermukim lebih lama. Bahkan, tiga adik perempuan Jokowi pun lahir di sana. Rumah kumuh di bantaran Kali Pepe, kata Jokowi, telah mengajarkan kepadanya banyak hal kesengsaraan sekaligus kekuatan kaum marginal.

TEMPO.CO

Penulis : TEMPO
Editor: TEMPO
Berita Terkait