Penyebar Hoaks Soal Corona Terancam Penjara dan Denda 1 Miliar - Tabloidbintang.com
Penyebar Hoaks Soal Corona Terancam Penjara dan Denda 1 Miliar
Penyebar Hoaks Soal Corona Terancam Penjara dan Denda 1 Miliar

Penyebar Hoaks Soal Corona Terancam Penjara dan Denda 1 Miliar

Minggu, 19 April 2020 23:59:14 WIB | Redaksi
A+ | Reset | A-

TABLOIDBINTANG.COM - Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 akan memberikan sanksi tegas bagi pelaku penyebaran kabar bohong (hoaks) terkait COVID-19 dan lainnya dengan denda hingga 1 miliar.

Pelaku penyebaran hoaks akan dikenai sanksi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). 

"Tindakan memproduksi maupun meneruskan hoaks melanggar hukum. Itu berpotensi dikenakan pasal pidana yang bisa sampai lima hingga enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar,” ujar Menkominfo Johnny G Plate dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Sabtu (18/4).

Pada pasal 45A ayat (1) UU ITE disebutkan, setiap orang yang sengaja menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik bisa dikenakan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda maksimal Rp 1 miliar.

Kominfo bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia mengatasi penyebaran hoaks. Hingga saat ini Kominfo dibantu Polisi telah menangkap 89 tersangka, dengan rincian 14 pelaku telah ditahan, sedangkan 75 orang lainnya masih dalam proses. 

Kominfo juga menemukan adanya 554 isu hoaks yang tersebar di 1.209 platform digital, baik itu di Facebook, Instagram, Twitter maupun Youtube.

Berdasarkan temuan Kominfo, hoaks lebih banyak tersebar di Facebook, yakni mencapai angka 861 kasus, disusul Twitter dengan 204 kasus, empat di Instagram, dan empat kasus di Youtube. 

Dari seluruh hoaks yang tersebar di 1.209 platform itu, sebanyak 893 di antaranya sudah dilakukan proses take down, sedangkan 316 lainnya, pihaknya masih dalam proses permohonan kepada platform-platform digital agar segera ditindak lanjuti. 

"Saatnya kita batasi diri kita dan gunakan ruang digital, smartphone dan seluruh fasilitas yang dimiliki dengan baik," pungkasnya.

Artikel ini diambil dari situs BNPB.go.id.

Penulis Redaksi
Editor Suyanto Soemohardjo
loading...
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Terbaru
4 Masalah Kesehatan yang Rentan Menyerang Wanita Setelah Memasuki Usia 30-an

4 Masalah Kesehatan yang Rentan Menyerang Wanita Setelah Memasuki Usia 30-an

Selasa, 24 November 2020
Lakukan 3 Hal Ini Agar Tahan Lama saat Berhubungan Seks

Lakukan 3 Hal Ini Agar Tahan Lama saat Berhubungan Seks

Selasa, 24 November 2020
Kiat Mengatasi Gatal Akibat Jamur di Daerah Sensitif

Kiat Mengatasi Gatal Akibat Jamur di Daerah Sensitif

Selasa, 24 November 2020
3 Hal yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum dan Setelah Berhubungan Intim

3 Hal yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum dan Setelah Berhubungan Intim

Selasa, 24 November 2020
5 Pasangan Zodiak Ini Diprediksi Sulit Bertahan Lama

5 Pasangan Zodiak Ini Diprediksi Sulit Bertahan Lama

Selasa, 24 November 2020
Ini Manfaat Sering Berganti Gaya Hubungan Intim

Ini Manfaat Sering Berganti Gaya Hubungan Intim

Selasa, 24 November 2020
Tembus Rating 10, Sinetron IKATAN CINTA Pecahkan Rekor

Tembus Rating 10, Sinetron IKATAN CINTA Pecahkan Rekor

Selasa, 24 November 2020
3 Langkah Sederhana Memperbaiki Mood Buruk di Pagi Hari

3 Langkah Sederhana Memperbaiki Mood Buruk di Pagi Hari

Selasa, 24 November 2020
4 Zodiak yang Paling Gampang Tersakiti karena Punya Hati Lemah

4 Zodiak yang Paling Gampang Tersakiti karena Punya Hati Lemah

Selasa, 24 November 2020
Daniel Mananta Mendadak Muncul, Ungkap Alasan Mundur sebagai Host Indonesian Idol

Daniel Mananta Mendadak Muncul, Ungkap Alasan Mundur sebagai Host Indonesian Idol

Selasa, 24 November 2020