Lika-liku Hidup Mongol Stres, Jadi Korban Penipuan hingga Masuk Penjara
Lika-liku Hidup Mongol Stres, Jadi Korban Penipuan hingga Masuk Penjara

Lika-liku Hidup Mongol Stres, Jadi Korban Penipuan hingga Masuk Penjara

Jumat, 23 Juli 2021 16:15:56 WIB | Ari Kurniawan
A+ | Reset | A-

TABLOIDBINTANG.COM - Sebelum dikenal sebagai komika, Rony Imannuel alias Mongol Stres memiliki hidup yang penuh dengan lika-liku. Bahkan dirinya pernah menjadi penyembah setan selama tujuh tahun. Pada 1997, akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari sekte sesat bernama First Satanic Church.

Kemudian dia menginjakan kaki ke Jakarta pada 1998 untuk sekolah pendeta gratis. Namun ternyata ia tertipu.  Melihat kerasnya hidup di ibu kota, dengan bermodalkan Rp.100 ribu, dia bekerja pagi siang dan malam menghasilkan uang sebesar Rp.800 ribu sehari.

Cobaan hidupnya tak sampai di situ. Dirinya pernah masuk penjara saat menjadi asisten Dirly Idol. Komedian 37 tahun ini pernah dijebak seorang pejudi yang pada saat itu polisi sedang melakukan operasi besar. Hingga akhirnya, dia ditangkap dan menjadi narapidana selama dua bulan di Rumah Tahanan Kelas II Cipinang, Jakarta Timur.

Mongol Stres. (Seno/tabloidbintang.com)
Mongol Stres. (Seno/tabloidbintang.com)

Jungkir Balik Dunia Mongol dikupas dalam program Ngobrol Bareng Gus Miftah "New Look", Jumat (23/7), pukul 21.00 WIB

“Nah kalo muka udah kaya Mongol ini sudah tertekan kitanya, karena pasti tuduhannya kalau tidak tidak copet atau tukang hipnotis,” ungkap Mongol kepada Gus Miftah. 

Obrolan selama satu jam, Ngobrol Bareng Gus Miftah hadir dengan konsep tampilan baru (new look). Gus Miftah bersama co-host Fanny Ghassani menggali sepak terjang Mongol mulai dari masa suramnya yang terjerat sekte penyembah setan, pengalaman pahit selama di penjara, hingga lika-liku perjuangan Mongol menaklukan tantangan hidup sebagai seorang anak dari ibu yang penyintas orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). 

Sisi lain Mongol itupun dikulik dengan penuh keseruan karena di sela obrolan ada tantangan battle stand-up antara Mongol dan Gus Miftah. Perbincangan tidak hanya menghibur namun juga sarat akan nilai tentang sebuah proses panjang mengenai Jungkir Balik-nya Dunia Mongol, sampai kemudian kesuksesan bisa diraihnya.

Gus Miftah juga tak lupa memberikan quotes-nya, “Kenapa saya lebih suka olahraga jalan daripada lari? Karena hidup itu tentang perjalanan bukan pelarian,” tutur Gus Miftah.
 


Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Terbaru
Selamat, Priyanka Chopra dan  Nick Jonas Dikaruniai Anak Perempuan

Selamat, Priyanka Chopra dan Nick Jonas Dikaruniai Anak Perempuan

57 menit yang lalu
Ardhito Pramono Jalani Rehab di RSKO Selama 6 Bulan, Proses Hukum Masih Berlanjut

Ardhito Pramono Jalani Rehab di RSKO Selama 6 Bulan, Proses Hukum Masih Berlanjut

1 jam yang lalu
Mempesona dan Karismatik, 3 Zodiak Ini Bikin Banyak Pria Tergila-gila

Mempesona dan Karismatik, 3 Zodiak Ini Bikin Banyak Pria Tergila-gila

1 jam yang lalu
Tak Ada Rasa Gengsi Makan Kaki Lima, Ari Wibowo: Yang Penting Kita Happy, Perut Bahagia

Tak Ada Rasa Gengsi Makan Kaki Lima, Ari Wibowo: Yang Penting Kita Happy, Perut Bahagia

2 jam yang lalu
Anwar BAB Rela Ubah Penampilan Lebih Jantan Demi untuk Dekati Bella Aprilia Sant?

Anwar BAB Rela Ubah Penampilan Lebih Jantan Demi untuk Dekati Bella Aprilia Sant?

8 jam yang lalu
4 Tips Mempersiapkan Anak Usia Dini Ikuti Sekolah Tatap Muka

4 Tips Mempersiapkan Anak Usia Dini Ikuti Sekolah Tatap Muka

9 jam yang lalu
Rachel Amanda Akui Sudah Punya Pacar

Rachel Amanda Akui Sudah Punya Pacar

10 jam yang lalu
Remake Video Klip NOAH Menghapus Jejakmu Hadirkan Reza sebagai Drumer, Gabung Lagi?

Remake Video Klip NOAH Menghapus Jejakmu Hadirkan Reza sebagai Drumer, Gabung Lagi?

11 jam yang lalu
Biaya Renovasi Rumah Gala Sky Diperkiraman Mencapai Rp.400 Juta

Biaya Renovasi Rumah Gala Sky Diperkiraman Mencapai Rp.400 Juta

12 jam yang lalu
Robby Shine Tegur Istri yang Lompat-lompat Usai Melahirkan Anak Kedua Secara Normal

Robby Shine Tegur Istri yang Lompat-lompat Usai Melahirkan Anak Kedua Secara Normal

12 jam yang lalu