Efek dari Glorifikasi, KPI Larang Saipul Jamil Tampil di Program TV Mana pun
Efek dari Glorifikasi, KPI Larang Saipul Jamil Tampil di Program TV Mana pun

Efek dari Glorifikasi, KPI Larang Saipul Jamil Tampil di Program TV Mana pun

Kamis, 9 September 2021 06:00:23 WIB | Indra Kurniawan
A+ | Reset | A-

TABLOIDBINTANG.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya membuat keputusan terkait pemunculan Saipul Jamil di layar kaca. Keputusan tersebut dikeluarkan usai Ketua KPI Agung Suprio beserta para Komisioner melakukan rapat usai menonton tayangan glorifikasi bebasnya Saipul Jamil dari Lapas Cipinang di layar kaca.

"Minggu (5/9) malam dihentikan tayangan terkait Saipul Jamil," kata Agung saat diwawancara Nikita Mirzani untuk kanal YouTube Langit Entertainment.

"Tayangan apa tuh Pak?" tanya Nikita penasaran.

"Saipul Jamil-nya," sahut Agung

"Jadi Saipul Jamil nya yang disetop dari TV? Atau programnya?" tanya Nikita Mirzani butuh penegasan biar tidak rancu.

"Saipul Jamil-nya, programnya tetap," jawab Agung.

Ketua KPI Agung Suprio. (Istimewa)
Ketua KPI Agung Suprio. (Istimewa)

"Oh berarti Saipul Jamil tidak bisa muncul di program tv mana pun?" tanya Nikita lagi.

"Kecuali dalam program berita. Talkshow yang hiburan (tidak bisa), kecuali untuk kepentingan edukasi, itu enggak apa-apa. Kalau hiburan enggak boleh. (Termasuk menyanyi) enggak boleh, sama sekali," Agung memberi penegasan.

Memang apa yang dilakukan saat bebas, itu hak asasi Saipul Jamil. Akan tetapi dalam hal ini ada hak publik yang harus dia hormati di layar kaca. Karenanya, KPI mengakomodasi hak publik itu. Apalagi dalam aturan program penyiaran ada yang namanya norma kesopanan dan norma kesusilaan yang harus diperhatikan.

"Nah kalau kemudian beliau tampil di layar kaca, lalu orang bisa permisif dong, 'Oh kita juga bisa dong melakukan (tiiiiittt..disensor), seperti yang dilakukan beliau, misalnya seperti itu. Nah ini kemudian takutnya ditiru oleh masyarakat, 'Loh kok santai-santai amat, dia kan pelaku ini.' Ada yang bilang juga bagaimana dengan perasaan korban," terang Agung yang menjabat Ketua KPI sejak 2019 lalu.

"Ya ini memang memunculkan standar di televisi kita bahwa setiap pelaku kriminal.. Ya nanti diklaster ya. Yang paling parah itu kejahatan seksual, pedofil. Karena memang sekarang itu di DPR sedang membuat Rancangan Undang-Undang tentang Kejahatan Seksual. Ini kemudian yang harus dibatasi gerakannya," tambahnya.

(ind)

 


Penulis Indra Kurniawan
Editor Binsar Hutapea
Terbaru
Jika Sahabat Mengaku Selingkuh Dari Pasangannya, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Jika Sahabat Mengaku Selingkuh Dari Pasangannya, Apa yang Harus Kita Lakukan?

43 menit yang lalu
Elly Sugigi Gelar Pesta Ultah ke-50, Berdoa Keluarga Memahami Pekerjaannya

Elly Sugigi Gelar Pesta Ultah ke-50, Berdoa Keluarga Memahami Pekerjaannya

1 jam yang lalu
Di Hari Ulang Tahunnya, Rekha Sebut Amitabh Bachchan Penuh Gairah

Di Hari Ulang Tahunnya, Rekha Sebut Amitabh Bachchan Penuh Gairah

2 jam yang lalu
Wanda Hamidah Bersyukur, Keluhan Klaim Asuransinya Dicairkan

Wanda Hamidah Bersyukur, Keluhan Klaim Asuransinya Dicairkan

3 jam yang lalu
Jawaban Yeyen Lydia Saat Dikritik Umbar Aurat karena Pakai Baju Seksi

Jawaban Yeyen Lydia Saat Dikritik Umbar Aurat karena Pakai Baju Seksi

4 jam yang lalu
Santai, Baim Wong Tak Ambil Pusing 300 Subscriber Kabur Imbas Masalah Kakek Suhud

Santai, Baim Wong Tak Ambil Pusing 300 Subscriber Kabur Imbas Masalah Kakek Suhud

5 jam yang lalu
Amanda Caesa  Rilis Single Mengapa Patah Hati, Ingin Keluar dari Zona Nyaman

Amanda Caesa  Rilis Single Mengapa Patah Hati, Ingin Keluar dari Zona Nyaman

6 jam yang lalu
Anupam Tripathi Squid Game Sukses di Korea, Belum Diterima  di Bollywood

Anupam Tripathi Squid Game Sukses di Korea, Belum Diterima  di Bollywood

7 jam yang lalu
Kabur dari Karantina, Rachel Vennya Dipanggil Polisi

Kabur dari Karantina, Rachel Vennya Dipanggil Polisi

8 jam yang lalu
Nikahi Syifa, Ridho DA2 Terbata-bata Ucapkan Ijab, Diulang?

Nikahi Syifa, Ridho DA2 Terbata-bata Ucapkan Ijab, Diulang?

9 jam yang lalu