Cara Membedakan Social Climber dan Orang Kaya Baru di Media Sosial

aura.co.id | 3 Maret 2020 | 01:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Tidak dipungkiri, media sosial merupakan wadah untuk memamerkan segala hal. Paling terlihat jelas, ketika seseorang memamerkan kehidupannya.

Ada yang seru, asyik, atau bahkan inspiratif. Walau tidak sedikit yang justru mengesankan pamer dengan kecenderungan negatif. Sombong banget, nih orang. Begitu label yang disematkan tanpa pernah tahu pasti alasannya.

Namun ternyata, tidak semua pamer yang negatif bermakna sekadar sombong. Anggia Chrisanti, konselor dan terapis dari Biro Konsultasi Psikologi Westaria, menyebutkan hal yang lebih spesifik terkait kesombongan seseorang.

“Pertama para social climber, kedua orang kaya baru, dan ketiga orang-orang yang sekadar norak,” bilang Anggia kepada Aura. “Social climber akan mengangkat pribadi orang-orang di lingkungan tertentu atau lingkungan yang ia harapkan. Social climber lebih kepada penempatan diri, membentuk citra diri, 'saya adalah bagian dari lingkungan ini'. Istilah sederhananya, numpang beken. Tapi dia tidak cukup percaya diri dengan dirinya sendiri,” jelas Anggia.

Tanda-tandanya mudah terlihat dengan seringnya menyebut segala hal yang berhubungan dengan materi. Harga, merek, orang-orang populer, dan lain-lain. Namun belum tentu orang ini membeli atau memilikinya. Karena pada dasarnya mereka belum mampu.

“Beda dengan orang kaya baru yang memang sudah memiliki kemewahan itu. Maka ia akan mudah terlihat karena repot memamerkan dirinya dan kemewahan yang dimilikinya dengan penuh percaya diri,” bilang Anggia. Tanda-tandanya mudah terlihat dengan seringnya memamerkan baju yang dipakai, benda-benda yang dikenakan, tempat-tempat yang dikunjungi, dan lain-lain yang sungguhan mewah atau mahal.

Lantas, bagaimana dengan jenis kesombongan ketiga atau yang sekadar norak? Singkat Anggia menyebut, bahwa pilihan kesombongan yang ini relatif paling aman dan masih menyenangkan. Terutama dari sisi psikologis.

“Sombong yang sekadar norak itu pada dasarnya dilandasi niat yang baik, yaitu memberi informasi. Lihat yang bagus, norak, foto, share. Lihat yang murah, norak, foto, share. Sangat informatif,” pungkasnya.

Penulis : aura.co.id
Editor: aura.co.id
Berita Terkait