99 Nama Cinta Dianggap Film Religi, Begini Penjelasan Produser - Tabloidbintang.com
99 Nama Cinta Dianggap Film Religi, Begini Penjelasan Produser
99 Nama Cinta Dianggap Film Religi, Begini Penjelasan Produser

99 Nama Cinta Dianggap Film Religi, Begini Penjelasan Produser

Selasa, 12 November 2019 20:00:06 WIB | Supriyanto
A+ | Reset | A-

TABLOIDBINTANG.COM - Menentukan genre film 99 Nama Cinta, menjadi salah satu agenda utama sebelum film tersebut diproduksi. Miftha Syahrian Yahya, produser film 99 Nama Cinta mengaku, sejak awal, muncul diskusi perihal genre yang akan diusung, karena akan berpengaruh terhadap penajaman cerita film yang dibintangi Acha Septriasa dan Deva Mahenra tersebut. 

"Memang sempat terjadi diskusi, tapi kita lebih setuju mengedepankan genre romance," terang Miftha kepada wartawan dikawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (12/11).

Genre romance telah disepakati, namun rupanya dari trailer dan sinopsis resmi yang beredar di masyarakat, membuat mereka justru menganggap film yang ditulis Garin Nugroho tersebut merupakan sebuah film bergenre religi.  "Dari Mas Garin ini, memang mau diangkat film romance yang ada latar belakang karakter religinya," tutur Miftha Syahrian Yahya.

"Jadi menurut saya sih sah saja terhadap pendapat masyarakat. Karena tergantung perspektifnya saja, mau dilihat lebih ke romance atau religi," terang Miftha.

Film 99 Nama Cinta secara garis besar menceritakan tentang sosok seorang ustaz muda bernama Kiblat (Deva Mahenra) yang diamanatkan keluarganya mengajarkan ilmu agama pada teman kecilnya, Talia (Acha Septriasa). Keluarga Kiblat dan Talia memang sudah saling mengenal dengan baik, semenjak keduanya masih kecil. 

Namun rupanya niat Kiblat mengajarkan ilmu agama tak berbalas. Talia lebih memilih fokus mengejar ambisinya dalam berkarier di dunia pertelevisian. 

Miftha Syahrian Yahya, produser film 99 Nama Cinta rupanya tak terlalu terkejut dengan polemik tersebut. 

"Menurut saya ini film romance, karena lebih meng-highlight hubungan antara Talia dan Kiblat, bahwa di dalamnya itu ada religi karena latar belakang salah satu karakter itu religi," ungkap Miftha Syahrian Yahya.

Film 99 Nama Cinta yang diproduksi MNC Pictures itu, dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Tanah Air, mulai 14 November 2019. Film tersebut dibintangi Acha Septriasa, Deva Mahenra, Susan Sameh, Chiki Fawzi dan sejumlah bintang lainnya. 

(Pri)

Penulis Supriyanto
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Terbaru
Sinopsis Istri Kedua SCTV Hari Ini Kamis 13 Agustus 2020

Sinopsis Istri Kedua SCTV Hari Ini Kamis 13 Agustus 2020

54 menit yang lalu
Sinopsis Samudra Cinta SCTV Hari Ini Kamis 13 Agustus 2020

Sinopsis Samudra Cinta SCTV Hari Ini Kamis 13 Agustus 2020

1 jam yang lalu
Sanjay Dutt Derita Kanker Paru-Paru Stadium 4, Dirawat di Amerika Serikat

Sanjay Dutt Derita Kanker Paru-Paru Stadium 4, Dirawat di Amerika Serikat

1 jam yang lalu
Jalani Rehabilitasi Narkoba, Roy Kiyoshi Depresi dan Susah Tidur

Jalani Rehabilitasi Narkoba, Roy Kiyoshi Depresi dan Susah Tidur

2 jam yang lalu
Sinopsis Dari Jendela SMP Hari Ini Kamis 13 Agustus 2020

Sinopsis Dari Jendela SMP Hari Ini Kamis 13 Agustus 2020

2 jam yang lalu
Mengintip Rumah Baru Meghan Markle - Pangeran Harry Seharga 218 Miliar

Mengintip Rumah Baru Meghan Markle - Pangeran Harry Seharga 218 Miliar

3 jam yang lalu
Tidak Ingin Kreatifitas Mati Suri, Ayu Azhari Rilis Lagu Galau di Tengah Pandemi

Tidak Ingin Kreatifitas Mati Suri, Ayu Azhari Rilis Lagu Galau di Tengah Pandemi

4 jam yang lalu
Menanti Kolaborasi Rossa, Raisa, dan Reza Artamamevia di HUT 30 SCTV

Menanti Kolaborasi Rossa, Raisa, dan Reza Artamamevia di HUT 30 SCTV

4 jam yang lalu
Atta Halilintar dan Ria Ricis Bersaing di Dahsyatnya Awards 2020

Atta Halilintar dan Ria Ricis Bersaing di Dahsyatnya Awards 2020

5 jam yang lalu
Selalu Berpikiran Positif, 4 Zodiak Ini Jarang Banget Marah

Selalu Berpikiran Positif, 4 Zodiak Ini Jarang Banget Marah

5 jam yang lalu