RESENSI FILM Dora and the Lost City of Gold: Aksi Seru Dora Bak Indiana Jones

Panditio Rayendra | 8 Agustus 2019 | 11:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Serial animasi populer Dora the Explorer yang diproduksi sejak 2000 diangkat ke layar lebar. Hadir dalam versi live action, Dora and the Lost City of Gold menyuguhkan hiburan yang seru buat anak dan keluarga.

Dora (Isabela Moner) tumbuh di hutan bersama ayah dan ibunya (Michael Pena dan Eva Longoria). Orang tua Dora merasa putri mereka itu harus bergaul dengan remaja seusianya dan melihat dunia modern. Karena itu, Dora dikirim ke kota tempat tinggal Diego (Jeff Wahlberg), sepupunya.

Dikisahkan, Diego sudah 10 tahun tinggal di kota besar sementara Dora tetap berada di hutan. Hal ini membuat ada kesenjangan antara Dora dan Diego. Tingkah lugu Dora yang menjadi bahan olok-olok di sekolah, membuat Diego memilih menghindarinya.

Dora yang cerdas membuat guru di sekolah memujinya. Ini membuat Sammy (Madeleine Madden) murid terpandai di sana merasa insecure. Hanya Randy (Nicholas Coombe), murid yang merasa nyaman dengan kehadiran Dora.

Suatu hari saat karya wisata, Dora diculik. Sekelompok pemburu harta berniat memaksa Dora mengantar mereka ke tempat orang tuanya yang menjelajah sebuah kota harta karun peninggalan suku Inca. Apesnya, Diego, Randy dan Sammy yang satu kelompok dengan Dora, juga diculik. Petualangan pun dimulai.

Dora and the Lost City of Gold menghadirkan petualangan yang mengasyikkan tanpa melupakan elemen aslinya. Isabela Moner sukses memerankan karakter Dora dengan luwes dan menggemaskan. Aktris yang pernah bermain di Transformer: The Last Knight tampak natural saat memasang ekspresi gampang kagum dan gestur bersahajanya, seperti Dora versi animasi. Dalam film yang skenarionya ditulis Nicholas Stoller dan Matthew Robinson ini Dora mungkin terlihat lugu, namun bukan berarti tidak peka. Momen ia menyadari tak disukai teman-teman dan bahkan dijauhi Diego sepupunya sendiri karena sifat polosnya, cukup menyentuh.

Aksi petualangan Dora mencari harta karun pun tersaji dengan seru. Bak Indiana Jones yang menjelajah hutan, goa dan kuil tua, Dora dan kawan-kawan menghadapi banyak rintangan yang lucu juga tegang. Sutradara James Bobin cukup jeli menampilkan adegan yang menggelitik dan juga membuat penasaran. Efek visualnya pun memanjakan mata. Selain pemilihan pemain yang pas, kehadiran karakter Boots monyet sahabat Dora hadir dalam animasi yang imut.

Seperti serialnya, film ini pun banyak memberikan edukasi. Salah satu poin penting yang hendak disampaikan; menjelajah itu bagus, tapi memburu harta karun itu buruk. Seru untuk ditonton bareng keluarga pekan ini. Dora and the Lost City of Gold mulai tayang di bioskop Indonesia besok, Jumat 9 Agustus 2019.

(ray / ray)

 

Penulis : Panditio Rayendra
Editor: Panditio Rayendra
Berita Terkait