Jangan Cuma Rebahan, Jadikan Akhir Pekan Waktu Untuk Tingkatkan Kesehatan!

Adelia M (Anggota Perempuan Indonesia Satu) | 14 September 2021 | 04:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Akhir pekan adalah waktu untuk bersantai, tapi bukan berarti kita melupakan sisi kesehatan. Justru, ini adalah waktu tepat untuk menghilangkan penat dan fokus mengatur kembali kebutuhan tubuh.

Beberapa tips berikut ini bisa membantu untuk membuat akhir pekan lebih sehat dan bermanfaat.

Minum air, berolahraga, dan kelola stres

Artis Nana Mirdad pernah membagikan tips untuk menjaga tubuh tetap sehat yang dia lakukan bersama keluarga. Dia pun menyarankan untuk menjaga asupan cairan sesuai kebutuhan, serta berolahraga.

Pasalnya, akhir pekan orang kerap terlalu santai hingga lupa waktu, termasuk minum air putih. Menurut National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine, kebutuhan cairan harian sekitar 3 sampai 4 liter per hari.

Jumlah tersebut mencakup cairan dari air, minuman lain, juga makanan. Sekitar 20% asupan cairan harian biasanya berasal dari makanan dan sisanya dari minuman.

Selain itu, Nana Mirdad juga menekankan pentingnya berolahraga. Terlebih lagi, akhir pekan biasanya orang memiliki waktu luang lebih banyak. Karenanya, ini adalah waktu tepat untuk berolahraga, apalagi kalau pada hari biasa tidak sempat.

Tambahan lain dari Nana Mirdad untuk menjaga kesehatan adalah mengelola stres dengan baik. Dia mengemukakan, sehat bukan hanya berasal dari tubuh yang bugar, melainkan juga mental yang terjaga. Hal ini semakin penting di masa pandemi.

Buat perencanaan diet

Sebenarnya, diet merupakan hal yang sederhana, tapi penerapannya memang cukup luas. Sederhana dalam arti mengatur makan juga minum, dikaitkan dengan gaya hidup dan tujuan dari diet yang dilaksanakan.

Hal tersebut diungkapkan oleh ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS. Dia mengatakan, meski yang selama ini populer di kalangan masyarakat adalah menurunkan berat badan, sebenarnya ada sederet jenis diet.

Hardinsyah menyebutkan beberapa contoh, yakni diet menaikkan berat badan, diet mengendalikan tekanan darah dan gula darah, diet kolesterol, dan masih banyak lagi.

Dia menekankan bahwa sebelum diet, orang perlu memahami tujuan dari diet yang dia inginkan. Tujuan harus jelas dan ingin meminimalkan masalah atau tidak yang  tentu tergantung kebutuhan dan masalah yang dihadapi. 

Hardinsyah berujar tujuannya diet ialah mengatur jenis, jumlah, jurus mengolah, jurus menyiapkan, jurus makan dan mengonsumsinya. Pola penerapan ini bukan sekadar mengurangi atau menambahkan, sebab jumlah juga harus diperhatikan.

Misalnya, lanjut dia, jurus mengonsumsinya, kalau makan tergesa-gesa, satu piring dua menit selesai, itu tidak baik proses pencernaannya. Makan harus dinikmati dengan santai.

Ia melanjutkan, langkah selanjutnya adalah setiap makanan yang diet sehat untuk apapun tujuannya, selalu ada menganjurkan makan sayur dan buah, entah sedikit atau banyak jumlahnya. Mengingat ada ribuan jenis sayur dan buah, hal tersebut dapat ditentukan sesuai kebutuhan.

Lalu, dia juga mengingatkan untuk tidak tergantung pada dominasi dari satu produk bermerek atau suplemen bermerek. Pada dasarnya, suplemen hanya tambahan kalau masih diperlukan. Basisnya, kebutuhan gizi harus ada pada makanan, seperti lauk pauk, sayur, buah.

Kiat lain adalah soal cita rasa yang tetap harus ada. Menurutnya, cita rasa itu penting untuk memenuhi kebutuhan gizi, selagi tujuannya tadi zat gizi apa mau diperoleh.

Dia juga menyarankan untuk membatasi makanan-makanan berisiko secara umum, misalnya membatasi gula, lemak trans yang sudah terbukti tidak baik. Pasalnya, diet untuk menurunkan atau menaikkan berat tetap harus menjaga kesehatan. Lemak trans berisiko terhadap gangguan jantung, yakni jantung koroner.

Tingkatkan kekebalan tubuh

Pandemi ini semakin mengingatkan kita akan pentingnya menjaga imun. Menurut ahli nutrisi dan kesehatan wanita, Carolyn Dean, mengonsumsi makanan kaya magnesium ampuh melawan virus flu.

Magnesium, kata dia, meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang membentuk antibodi dan membuat sel lebih aktif melindungi tubuh dari mikroba dan bakteri atau virus.

Tips lain dari pakar diet Erica Lokshin adalah menambahkan lebih banyak sitrus seperti jeruk, grapefruit, dan jeruk nipis. Makanan ini merupakan sumber vitamin C yang baik, antioksidan, dan bertindak melindungi sel-sel tubuh dari senyawa yang merusak tubuh.

Menurutnya, vitamin C membantu produksi sel darah putih dan antibodi yang berfungsi mengatasi virus atau kuman. Selain itu, dia juga menyarankan untuk mengonsumsi labu.

Labu, lanjut Lokshin, merupakan sumber vitamin A. Biji-bijinya pun sangat bermanfaat bagi kesehatan. Biji labu kaya akan vitamin E, B6, dan zinc yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Zinc merupakan mineral penting yang bantu meningkatkan produksi sel darah putih dan membantu mengatasi infeksi.

Selain menjaga asupan, tidur yang berkualitas juga merupakan salah satu pendongkrak daya tahan tubuh. Tubuh yang lelah akan sulit untuk melawan penyakit.

Istirahat yang konsisten akan membuat tubuh lebih kuat untuk menghadapi potensi patogen apa pun. Oleh karena itu, meskipun sedang hari libur, ada baiknya untuk menghindari begadang dan tetap tidur cukup juga berkualitas.
 

Penulis : Adelia M (Anggota Perempuan Indonesia Satu)
Editor: Adelia M (Anggota Perempuan Indonesia Satu)
Berita Terkait