7 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Cegah Kekerasan dan Pernikahan Dini pada Anak Perempuan
7 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Cegah Kekerasan dan Pernikahan Dini pada Anak Perempuan

7 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Cegah Kekerasan dan Pernikahan Dini pada Anak Perempuan

Rabu, 15 September 2021 01:30:13 WIB | Redaksi
A+ | Reset | A-

TABLOIDBINTANG.COM - Kekerasan pada anak, baik itu verbal, fisik, ataupun seksual yang terjadi pada lingkungan terdekatnya memberikan dampak yang buruk di masa depan. Baik itu kekerasan dari pihak keluarga atau lingkungan sekolah, sama-sama harus dicegah.

Begitupun dengan pernikahan dini, bisa memberikan banyak dampak negatif. Jika memungkinkan diminimalisir sedemikian rupa supaya tidak menjadi generasi yang penuh dengan luka di masa kecil.

Ada banyak pencegahan yang bisa dilakukan untuk meminimalisir kekerasan dan pernikahan dini pada anak perempuan. Berikut tindakan pencegahan yang bisa dilakukan :

1. Membangun Komunikasi yang Baik dengan Anak

Kekerasan tidak hanya terjadi dalam lingkungan keluarga saja, bahkan sekolah pun juga bisa jadi tempat yang tidak aman. Maka dari itulah jika rumah sudah jadi lokasi yang aman untuk tumbuh kembang, tetaplah memantau kegiatan anak di luar rumah. Termasuk juga dengan sekolahan.

Supaya Anda bisa setidaknya memantau berbagai kegiatan anak disekolah, jangan sampai jadi korban perundungan, milikilah komunikasi yang baik sehingga anak-anak bisa mencurahkan isi hatinya.

2. Terus Menjaga Ketahanan dan Keutuhan Keluarga

Untuk menghindarkan anak dari kekerasan, orangtua dan semua anggota keluarga harus terus menjaga keutuhan dan ketahanan. Misalnya, menjadi pendengar yang baik, ke semua anggota keluarga. Baik itu orang tua mendengarkan anaknya, atau sebaliknya. Bisa menjadi sahabat anak, menyediakan quality time bersama keluarga, mengenali pergaulan anak, melakukan kegiatan ibadah bersama, sampai dengan terus mengikuti perkembangan informasi teknologi.

3. Berikan Pengetahuan Perlindungan Diri ke Anak

Orangtua perlu memberikan pengetahuan perlindungan diri ke anak, karena Anda tidak bisa 24 jam bersama dengan buah hati. Ada waktu-waktu di mana orangtua sibuk dengan pekerjaannya. Jika memungkinkan dan memiliki budget lebih banyak, Anda bisa memasukkan anak-anak ke tempat-tempat pelatihan bela diri.

4. Mengajari Anak Bagian Tubuh yang Boleh dan Tidak Boleh Disentuh

Pendidikan seks sedini mungkin memang perlu diberikan kepada anak. Setidaknya, sedari kecil, anak-anak sudah diberi pengetahuan tentang mana saja bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain. Sebagai informasi, ada 5 bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain, kecuali orang, dokter dan juga pengasuh yang didampingi orang tua.

Bagian-bagian tubuh itu antara lain, daerah leher, mulut, dada, alat kelamin, dan juga alat untuk buang air besar. Berilah pengertian sedini mungkin, supaya jika sudah remaja akan tahu batasan-batasan saat berteman dan bersosialisasi dengan dunia luar. Ini pencegahan anak jadi korban pelecehan seksual sekaligus pencegahan pernikahan dini.

5. Orangtua Harus Belajar Mengelola Emosi

Ayah atau ibu harus menyadari jika dirinya sangat berpotensi sebagai pelaku kekerasan, setidaknya bentuk verbal. Maka dari itulah, orangtua harus belajar untuk mengelola emosi dengan lebih baik lagi. Selain itu harus juga belajar cara untuk berkomunikasi yang baik dengan anak-anak, terutama ke mereka yang masih remaja. Karena remaja merupakan masa pencarian jati diri anak-anak masih labil dan sering membantah berbagai omongan dari orangtua.

6. Melakukan Komunikasi Intens dengan Guru

Mengingat kasus bullying yang tinggi di lingkungan sekolah belakangan ini, orangtua juga harus terus waspada. Salah satu cara pencegahannya adalah dengan melakukan komunikasi intense dengan guru. Pastinya, cari guru-guru yang dipercaya dan dekat dengan anak-anak, wali kelas atau guru BK yang memang kerap kali menangani berbagai masalah pada murid.

7. Mengupayakan Pendidikan Formal

Berdasarkan sebuah penelitian pada tahun 2012, anak-anak yang lulus SMA jauh lebih kecil memutuskan menikah setelah lulus, dibandingkan dengan lulusan SMP. Setidaknya, meski kecil dengan mengupayakan pendidikan formal ini akan mengurangi angka pernikahan dini yang masih tinggi di Indonesia.

Inilah pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindarkan anak dari kekerasan dan pernikahan dini. Supaya Anda bisa turut ikut andil dalam pencegahannya, daftarkan diri menjadi sponsor anak di  Wahana Visi.

Bagi Anda yang kurang familiar dengan Wahana Visi, ini merupakan organisasi kemanusiaan kristen yang merupakan mitra dari World Vision Indonesia yang memiliki perhatian khusus pada pengembangan anak. Guna memperingati Hari Anak Perempuan Internasional yang jatuh pada 11 Oktober nanti, organisasi ini membuka peluang Anda bisa menjadi sponsor untuk anak-anak perempuan yang berpotensi jadi korban kekerasan dan pernikahan dini.


Penulis Redaksi
Editor Tubagus Guritno
TAG: #Parenting
Terbaru
Duh, Teuku Ryan Akui Tak Subscribe YouTube Ria Ricis

Duh, Teuku Ryan Akui Tak Subscribe YouTube Ria Ricis

5 menit yang lalu
Dulu Dikenal Sebagai Raja dan Ratu Dangdut, Rhoma Irama Ungkap Penyebab Pisah dari Elvy Sukaesih

Dulu Dikenal Sebagai Raja dan Ratu Dangdut, Rhoma Irama Ungkap Penyebab Pisah dari Elvy Sukaesih

35 menit yang lalu
Ikke Nurjanah dan Aldi Bragi Kompak Dampingi Wisuda Putrinya, Siti Adira Kania

Ikke Nurjanah dan Aldi Bragi Kompak Dampingi Wisuda Putrinya, Siti Adira Kania

1 jam yang lalu
4 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Jatuh Cinta dan Pacaran di Usia 30-an

4 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Jatuh Cinta dan Pacaran di Usia 30-an

1 jam yang lalu
Iqhbal Juara LIDA 2021, Si Dokter yang Suka Nyanyi Pukul 2 Pagi di IGD

Iqhbal Juara LIDA 2021, Si Dokter yang Suka Nyanyi Pukul 2 Pagi di IGD

2 jam yang lalu
Ikbal Fauzi Ikatan Cinta Kena Prank Istri, Buka Kotak Kacamata yang Keluar Malah Alat Ini

Ikbal Fauzi Ikatan Cinta Kena Prank Istri, Buka Kotak Kacamata yang Keluar Malah Alat Ini

2 jam yang lalu
Batal di Pesantren, Ria Ricis dan Teuku Ryan Sewa Tempat di Hotel Mewah untuk Lamaran

Batal di Pesantren, Ria Ricis dan Teuku Ryan Sewa Tempat di Hotel Mewah untuk Lamaran

3 jam yang lalu
Idap Penyakit Kulit Rosacea, Maia Estianty Nekat Berjemur Saat Liburan ke Hawai

Idap Penyakit Kulit Rosacea, Maia Estianty Nekat Berjemur Saat Liburan ke Hawai

3 jam yang lalu
Iqhbal LIDA 2021, Sang Dokter yang Sudi Jadi Penyanyi Dangdut

Iqhbal LIDA 2021, Sang Dokter yang Sudi Jadi Penyanyi Dangdut

4 jam yang lalu
Soal Kasus Berbikini di Jalan, Dinar Candy Berdamai dengan Pelapor

Soal Kasus Berbikini di Jalan, Dinar Candy Berdamai dengan Pelapor

4 jam yang lalu