Mengenal MSG serta Pengolahan Produk Samping yang Mengacu Eco Activity dan Bio Cycle
Mengenal MSG serta Pengolahan Produk Samping yang Mengacu Eco Activity dan Bio Cycle

Mengenal MSG serta Pengolahan Produk Samping yang Mengacu Eco Activity dan Bio Cycle

Selasa, 12 Oktober 2021 00:27:44 WIB | Yoga Prakoso
A+ | Reset | A-

TABLOIDBINTANG.COM - Bahan baku utama produksi MSG pakai tetes tebu melalui proses fermentasi. Dari produksi itu, dihasilkan produk samping pupuk Ajifol alias Ajinomoto Foliar Fertilizer yang memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro lengkap. Fungsinya, mendukung pertumbuhan serta perkembangan tanaman dari awal tanam hingga panen. Dengan kandungan asam amino berkualitas tinggi di dalamnya, Ajifol meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit. Pemakaian pestisida jadi lebih rendah dan lebih ramah lingkungan.

Untuk mengefektifkan penggunaan air, SDM, dan penghematan biaya untuk mendukung budidaya pertanian berkelanjutan, Departemen Agriculture Development PT Ajinomoto Indonesia yang beroperasi di Pabrik Mojokerto, Jawa Timur, berinovasi lewat penyemprotan Ajifol dengan teknologi drone. “Kami melakukan pengolahan produk yang dalam prosesnya mengacu pada Eco Activity dan Bio Cycle, yang dapat diolah menjadi produk dengan nilai jual. Salah satunya pupuk Ajifol yang dilengkapi izin edar Kementerian Pertanian RI,” kata Factory Manager dan Direktur PT Ajinomoto Indonesia, Yudho Koesbandryo.

Lewat siaran pers yang kami terima pekan ini, Yudho menjelaskan, pihaknya juga membantu beberapa komunitas petani padi, jagung, dan tebu di Jawa Timur, yakni Mojokerto, Madiun juga Malang dengan mengenalkan Ajifol agar menghasilkan panen dengan kualitas terbaik serta menyediakan jasa aplikasi Ajifol menggunakan drone. “Ajifol punya dua varian, yakni D untuk pertumbuhan vegetatif tanaman (akar, batang, serta daun) dan B untuk pertumbuhan generatif tanaman (bunga dan buah),” Yudho menambahkan.

Pengaplikasian teknologi drone efisien dan hanya butuh waktu sekitar 15 menit per hektar. Jumlah air berkisar 16 liter per hektar. Jika pengaplikasiannya manual, butuh waktu sekitar setengah hari hingga sehari. Jumlah air mencapai 200 liter per hektar. “Untuk beberapa tanaman seperti jagung dan tebu, pengaplikasian manual sulit dilakukan saat tanaman sudah tinggi, sekitar 1,5 meter ke atas. Dengan teknologi drone, kendala bisa diatasi,” tutupnya.


Penulis Yoga Prakoso
Editor Tubagus Guritno
Terbaru
Gunakan Plat Nomor Palsu, Apa Hukuman untuk Rachel Vennya 

Gunakan Plat Nomor Palsu, Apa Hukuman untuk Rachel Vennya 

16 menit yang lalu
Diperiksa 2 Jam, Rachel Vennya Pakai Kode Plat RFS Untuk Gaya-gayaan Biar Seperti Pejabat

Diperiksa 2 Jam, Rachel Vennya Pakai Kode Plat RFS Untuk Gaya-gayaan Biar Seperti Pejabat

1 jam yang lalu
Pindah Agama Hindu, Sukmawati Sukarnoputri Hari Ini Jalani Ritual Ruwatan di Pantai

Pindah Agama Hindu, Sukmawati Sukarnoputri Hari Ini Jalani Ritual Ruwatan di Pantai

2 jam yang lalu
Manajer Artis Jadi Artis, Mario Markoneng Adu Akting dengan Shakira Jasmine

Manajer Artis Jadi Artis, Mario Markoneng Adu Akting dengan Shakira Jasmine

2 jam yang lalu
Dituding Cari Sensasi, Dhena Devanka Akui Hidupnya Banyak Drama

Dituding Cari Sensasi, Dhena Devanka Akui Hidupnya Banyak Drama

3 jam yang lalu
Terungkap Titik Terendah dalam Hidup Ayu Ting Ting, Kejadian Pilu 8 Tahun Lalu Kembali Diungkit

Terungkap Titik Terendah dalam Hidup Ayu Ting Ting, Kejadian Pilu 8 Tahun Lalu Kembali Diungkit

3 jam yang lalu
Tinggalkan Dunia Keartisan, Syalimar Malik Sibuk Tekuni Bisnis Ini

Tinggalkan Dunia Keartisan, Syalimar Malik Sibuk Tekuni Bisnis Ini

4 jam yang lalu
4 Zodiak yang Takkan Terjebak Friendzone

4 Zodiak yang Takkan Terjebak Friendzone

4 jam yang lalu
Mengaku Pernah Susah dan Miskin, Postingan Lama Meghan Markle Ini Buktikan Sebaliknya

Mengaku Pernah Susah dan Miskin, Postingan Lama Meghan Markle Ini Buktikan Sebaliknya

4 jam yang lalu
Ketika Gauri Khan Akhirnya Menemui Aryan Khan di Penjara St. Arthur Road

Ketika Gauri Khan Akhirnya Menemui Aryan Khan di Penjara St. Arthur Road

5 jam yang lalu