Tren The Series, Eks Boyband/Girlband dan Politisi Main Sinetron

Panditio Rayendra | 24 Desember 2013 | 17:09 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - SINETRON harian masih berjaya di 2013.

Kalau pada tahun-tahun sebelumnya masih ada 1-2 sinetron mingguan yang mencuri perhatian, seperti Cinta Cenat-cenut, tahun ini benar-benar dikuasai sinetron harian.

Di tengah ketatnya persaingan sinetron baru meraup rating, justru judul-judul lama yang memiliki penonton setia. Terbukti, Tukang Bubur Naik Haji: The Series, pada minggu terakhir 2013 ini berhasil menembus 1000 episode, dengan rating yang masih wara-wiri di 3 besar. Demikian pula Raden Kian Santang, yang episodenya telah menembus 560, tapi relatif lebih tinggi dari 'adik-adik'nya seperti Joko Tingkir dan Ken Arok dan Ken Dedes.

Menurut kami, ada beberapa terobosan dan tren baru yang mewarnai industri sinetron tahun ini. Apa saja?

SINETRON "THE SERIES"
Film sukses yang dibuat versi sinetron sebenarnya bukan hal baru. Di era mingguan, kita mengenal Ada Apa Dengan Cinta?, Virgin: Ketika Keperawanan Dipertanyakan, dan Arisan!, yang dibuat versi serial TV. Era stripping, pada tahun 2010 muncul Ketika Cinta Bertasbih: Spesial Ramadhan, yang tayang harian. Tahun ini, jumlahnya kian banyak. Dalam catatan kami, setidaknya ada 4 sinetron harian yang diangkat dari film: Bidadari Bidadari Surga, Heart Series 2, Surat Kecil Untuk Tuhan: The Series, dan Tendangan dari Langit: The Series. Tren ini sepertinya masih berlanjut sampai tahun depan. Akhir tahun, ada Get Married The Series 2 yang rencananya mulai tayang di SCTV pada 30 Desember. SinemArt juga sedang mempersiapkan Ayah, Mengapa Aku Berbeda: The Series, masih dibintangi Dinda Hauw.

POLITISI MAIN SINETRON
Setidaknya ada 2 politisi yang main sinetron sepanjang 2013 ini. Tentu bukan sebagai pemeran utama, melainkan bintang tamu. Pertama, Dahlan Iskan yang kini menjabat sebagai Menteri BUMN. Dahlan terhitung dua kali jadi bintang tamu sinetron: 3 Sempruuul Mengejar Surga (Starvision, SCTV) yang tayang pada bulan Ramadhan, dan Emak Ijah Pengen ke Mekah (Amanah Surga Productions, SCTV), tayang September kemarin. Desember ini, giliran mantan ketua MK Mahfud MD jadi bintang tamu sinetron Emak Ijah Pengen ke Mekah.

EKS PERSONEL BOYBAND/GIRLBAND MAIN SINETRON
Ketika kejayaan boyband dan girlband di industri musik mulai terkikis tren dangdut koplo, boyband SM*SH ditinggalkan salah satu personelnya; Morgan Oey. Lepas dari boyband, Morgan berkecimpung di dunia sinetron. Pada akhir September, Morgan bergabung di Surat Kecil Untuk Tuhan: The Series, sinetron produksi SinemArt yang tayang di RCTI. Morgan juga sempat main TVM berjudul My Lovely Brother. Anisa Rahma, seolah mengikuti jejak Morgan. Dengan dalih ingin fokus kuliah, Anisa meninggalkan Cherrybelle dan menjadi pemain sinetron di bawah naungan rumah produksi Screenplay Productions. Bulan November, dua FTV Anisa tayang di SCTV: Paijah Pacar Terakhirku dan Aku Diam-diam Suka Kamu. Akhir November, SCTV mulai menayangkan promo stripping perdana Anisa, Tiba-tiba Cinta. Sinetron yang juga dibintangi Rizky Nazar ini rencananya tayang pada Januari 2014.

EPISODE PERDANA TANPA IKLAN
Gentabuana Paramita membuat gebrakan di tahun 2013 ini: menayangkan episode perdana sinetron tanpa jeda iklan. Hal ini pertama ditemui dalam Damarwulan. Pada tayangan perdana 17 Juni 2013, selama 2 jam penuh slot Indosiar pukul 19.00-21.00 WIB tanpa iklan! Sinetron ini cukup sukses, bertahan 119 episode (dengan perhitungan 1 episode untuk 1 hari, sepanjang apapun durasinya). Pada 28 Oktober, episode perdana Ciung Wanara, juga tayang tanpa jeda iklan selama 90 menit. Meski episode pertama masuk 10 besar, rating sinetron ini terus menurun, sehingga tamat di episode 30-an. Episode perdana sinetron Angling Dharma versi 2014 yang tayang pada 16 Desember kemarin juga tanpa jeda iklan. Namun kala itu tak terlalu bergigi karena bebarengan dengan pertandingan sepakbola SEA Games Indonesia Vs. Myanmar di SCTV.

ORIGINAL SOUNDTRACK
Lagu tema sinetron semakin mendapat perhatian dari rumah produksi. Sejumlah sinetron, kini memakai lagu yang memang dibuat untuk sinetron tersebut. MD Entertainment, melalui divisi MD Music, paling banyak membuat original soundtrack. Di antaranya: Legenda MD Series, Kinara, Somad, Panggil Gue Haji, Hidayah, Gara-gara Dia, Sepatu Super, Bola Bolu, Biru, Juna Cinta Juni, Cinta Itu Anugerah, Joko Tingkir, Putri Duyung, dan Ken Arok dan Ken Dedes. Amanah Surga Productions yang baru 1 tahun berkarya pun, membuat lagu sendiri untuk sejumlah sinetron produksinya: Ibrahim Anak Betawi, Si Buta dari Lembah Hantu, dan Hikmah Kisah Nyata. Bahkan rumah produksi SinemArt pun, memproduksi sendiri lagu tema Surat Kecil Untuk Tuhan: The Series, yang diciptakan Melly Goeslaw.

GENRE SEMAKIN BERAGAM
Kalau di awal era stripping, sinetron kebanyakan mengedepankan drama dengan tema percintaan dan konflik keluarga (Liontin, Intan, Cinta Fitri), belakangan berbagai genre menghiasi layar kaca. Kolosal menjadi alternatif bagi Anda yang jenuh pada genre drama. Kolosal pun terbagi dalam beberapa jenis. Ada kolosal dengan tokoh sentral anak-anak (Raden Kian Santang, Gajah Mada, Si Buta dari Lembah Hantu, Ciung Wanara), juga kolosal dewasa seperti Damarwulan dan Ken Arok dan Ken Dedes. Sinetron remaja juga banyak ditemui di layar kaca. Ada yang kental dengan nuansa drama dan komedi romantis, seperti Diam-diam Suka dan Fortune Cookies, ada pula yang dibumbui unsur fantasi seperti Magic, Biru dan Putri Duyung. Drama-komedi religi juga masih diminati. Tengok saja Tukang Bubur Naik Haji: The Series, Anak-anak Manusia, dan Emak Ijah Pengen ke Mekah. Genre horor atau thriller juga bisa dilihat di Oh Ternyata, program Trans TV yang tayang setiap Senin-Jumat dengan konsep sinetron lepas. Semester pertama 2013, boleh dibilang TBNH juara bertahan memuncaki rating. Namun di trimester akhir 2013, TBNH dan sinetron lain harus mengakui keunggulan program lawak Yuk Keep Smile (YKS).

(ray/ade)

Penulis : Panditio Rayendra
Editor: Panditio Rayendra
Berita Terkait