Sarirasa Group 45 Tahun Menyuguhkan Kekayaan Kuliner Nusantara - Tabloidbintang.com
Sarirasa Group 45 Tahun Menyuguhkan Kekayaan Kuliner Nusantara
Sarirasa Group 45 Tahun Menyuguhkan Kekayaan Kuliner Nusantara

Sarirasa Group 45 Tahun Menyuguhkan Kekayaan Kuliner Nusantara

Senin, 14 Oktober 2019 08:30:02 WIB | Ari Kurniawan
A+ | Reset | A-

TABLOIDBINTANG.COM - Dengan 17.508 pulau yang dikelilingi gunung dan pantai, Indonesia adalah negara kaya raya. Tak hanya indah dengan pemandangan yang memesona, negara ini juga dianugerahi ragam kuliner yang eksotis dan berbagai jenis tradisi makan yang menggugah selera. 

Kekayaan makanan nusantara inilah yang dihadirkan Sarirasa Group sejak 1974, lewat Satay House Senayan. Restoran yang berganti nama menjadi Sate Khas Senayan pada 1982 ini menghadirkan beragam menu rumahan, yang berasal dari beberapa daerah di Tanah Air. 

"Di Indonesia, makanan bermakna lebih dari sekedar bahan pangan, tapi juga mencerminkan adat istiadat dan sejarah bangsa" ujar Innez Junianthy, marketing communication CV Sari Rasa Group, di Jakarta, akhir pekan kemairn.

Sarirasa Group hadirkan kekayaan kuliner nusantara. (Ari/tabloidbintang.com)
Sarirasa Group hadirkan kekayaan kuliner nusantara. (Ari/tabloidbintang.com)

Merayakan hari jadinya yang ke-45, Sarirasa Group sudah memiliki 60 cabang yang tersebar di Jakarta, Depok dan Tangerang.

“Kalau Sate Khas Senayan sendiri sampai hari ini ada 52 cabang, ke depannya ada pembukaan cabang di Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi. Akumulasi dari semuanya ada lebih dari 60 di Jakarta, Tangerang dan Depok,” jelasnya. 

Selain komitmen dalam menjaga kelestarian kuliner nusantara, Sarirasa Grup juga membantu menjaga bumi dengan melaksanakan kampanye mengurangi penggunaan plastik.

Sarirasa Group hadirkan kekayaan kuliner nusantara. (Ari/tabloidbintang.com)
Sarirasa Group hadirkan kekayaan kuliner nusantara. (Ari/tabloidbintang.com)

"Kami sudah mulai mengganti plastik dengan paper bag. Dari sedotan sendiri kita menggantinya dengan paper straw. Sampah restoran kita juga kita olah menjadi kompos yang kita gunakan lagi untuk pupuk tanaman" ujar Innez.

Pada kesempatan itu ditampilkan berbagai hidangan khas nusantara, seperti nasi kuning campur, kepiting tumis pucung, iga sapi paniki, mi panjang umur, dan wedang ronde untuk hidangan penutupnya. 

Sarirasa Group hadirkan kekayaan kuliner nusantara. (Ari/tabloidbintang.com)
Sarirasa Group hadirkan kekayaan kuliner nusantara. (Ari/tabloidbintang.com)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
TAG: #Kuliner
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Terbaru
loading...
Roy Kiyoshi Resmi Cabut Laporan terhadap Akun Hikmah Kehidupan

Roy Kiyoshi Resmi Cabut Laporan terhadap Akun Hikmah Kehidupan

3 menit yang lalu
Barbie Kumalasari Mengaku Disantet, Begini Tanggapan Irma Darmawangsa

Barbie Kumalasari Mengaku Disantet, Begini Tanggapan Irma Darmawangsa

33 menit yang lalu
Kim Jae Hwan Siap Rilis Album Comeback dan Konser Solo di Akhir Tahun

Kim Jae Hwan Siap Rilis Album Comeback dan Konser Solo di Akhir Tahun

1 jam yang lalu
5 Pendekatan Efektif dalam Membahas Isu Sensitif dengan Anak

5 Pendekatan Efektif dalam Membahas Isu Sensitif dengan Anak

2 jam yang lalu
 3 Salah Kaprah tentang Kebiasaan Menyikat Gigi

3 Salah Kaprah tentang Kebiasaan Menyikat Gigi

3 jam yang lalu
5 Gejala Gangguan Kesehatan Mental yang Kerap Diabaikan

5 Gejala Gangguan Kesehatan Mental yang Kerap Diabaikan

4 jam yang lalu
Anak Kerap Dimarahi Orang Tua, Ini Dampak Negatifnya di Masa Depan

Anak Kerap Dimarahi Orang Tua, Ini Dampak Negatifnya di Masa Depan

5 jam yang lalu
Pilihan Berlibur Akhir Tahun, Jepang, Korea Selatan atau Malaysia?

Pilihan Berlibur Akhir Tahun, Jepang, Korea Selatan atau Malaysia?

6 jam yang lalu
Anya Geraldine Buka Usaha Kuliner Perdananya

Anya Geraldine Buka Usaha Kuliner Perdananya

7 jam yang lalu
Mempertahankan Generasi Millennial: 5 Cara Terbaik dalam Rencana Suksesi

Mempertahankan Generasi Millennial: 5 Cara Terbaik dalam Rencana Suksesi

7 jam yang lalu